Cara Menjadi Manajer Yang Benar

Dalam sebuah perusahaan, pastilah terdapat beberapa kedudukan yang bergerak sesuai jobdescnya masing – masing. Salah satunya adalah seorang manajer yang bertugas mengawasi proses kerja dari para karyawan di bawah naungan dirinya. Mungkin, kita berangan – angan bahwa menjadi manajer itu enak, tinggal suruh ini itu. Tapi kenyataannya tidak sedemikian rupa. Hal ini dikarenakan manajer adalah penentu dari susksesnya suatu projek sekaligus penenggung jawab pertama, bahkan dia juga bisa berperan penting dalam menentukan serviced office jakarta untuk kantornya.

Oleh karena itu, tidak jarang banyak dari para manajer yang stress dan mati – matian mencari cara menjadi manajer yang tepat, baik itu dari sisi skill maupun sifat. Lalu apa aja sih cara – cara tersebut? Yuk kita simak!

  1. Membangun dan Mendorong Komunikasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi sangat berperan penting dalam jalannya sebuah perusahaan. Membentuk dan mempertahankan komunikasi yang terbuka dengan tim akan membantumu mengerti kebutuhan mereka, mengurangi kesalahpahaman, dan saling tukar pendapat. Selain menempa skill komunikasi ini untuk diri sendiri, kita juga perlu menerapkan budaya keterbukaan komnukasi ini pada karyawan yang kita ampu

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi patokan dalam mengembangkan skill komunikasi untuk manajer:

  • Apa anda mendorong karyawan untuk mengungkapkan ide dan opini mereka saat ada rapat?
  • Apakah para karyawan disambut hangat dalam mengungkapkan ide atau opini mereka?
  • Apakan anda meminta respon positif dan kritikf?
  • Apakah anda tertarik pada apa yang akan dikatakan karyawan anda terkait projek yang sedang berlangsung?
  • Apakah anda mengakui kontribusi setiap karyawan atas pekerjaan mereka?
  • Apakah anda mudah didekati dan diajak kerjasama?

 

  1. Kolaborasi Yang Suportif

Kolaborasi antar anggota sangat efektif dalam mencapai tujuan yang sama. Mendorong suasann kolaborasi yang suportif sebaiknya menjadi prioritas bagi para manajer, karena dapat menciptakan ruang kerja yang nyaman. Semakin para karyawan merasa nyaman dalam berkolaborasi, maka pekerjaan mereka akan semakin efisien dan berkualitas.

Membangun lingkungan kolaborasi yang positif bisa dimulai dari memberikan gambaran dan tujuan yang jelas. Setiap anggota mengerti tanggung jawab mereka, dengan siapa mereka akan bekerja sama, dan sadar akan imbasnya kepada perusahaan mereka kedepan.

Ketika para karyawan sudah ditugaskan dengan sebuah projek, seorang manajer yang suportif akan mempercayai mereka dalam menyelesaikan projek itu. Menciptakan hubungan kepada karyawan atas dasar rasa saling percaya adalah bibit untuk ruang kerja yang sehat.

 

  1. Memberikan Kejelasan

Seorang manajer harus membuat pandangan yang jelas kepada semua karyawan. Sebuah tim dikatakan sukses apabila para anggotanya bisa bekerja sama dengan baik. Untuk meraih ini, seorang manajer sebaiknya menciptakan proses baru atau mengatur proses yang sudah ada dengan konsisten untuk mengembangkan alur kerja.

Grafik dari perusahaan harus dipetakan dengan jalas seperti gol dari masing – masing departemen dan paparan tugas individu atau team. Salah satu hal efisien yang dilakukan seorang manajer adalah menyerahkan agendanya kepada para karyawan, lalu mengawasi perkembangannya, bukan mengurus semuanya sendirian.

Selain itu, manajer juga supaya menyusun rantai komando, termasuk menetapkan ketua dari sebuah tim. Ketua inilah yang akan selalu memberikan laporan perkembangan yang jelas dan ringkas. Para karyawan juga akan lebih nyaman bila sesame karyawan yang mengatur ditangan pertama, sejak mereka paling mengerti akan kelebihan dan kekurangan masing – masing.

 

 

  1. Menawarkan dan Menerima Masukan Secara Konsisten

Untuk mengetahui sebarapa kuat kemampuan anda sebagai manajer dalam mengatur, mintalah masukan yang konsisten dari karyawan – karyawan anda untuk meluaskan potensi anda di ruang kerja. Anda juga sebaiknya memberikan masukan pada karyawan agar mereka mengetahui kemampuan mereka, kekurangan mereka, sehingga dapat mengevaluasi diri mereka untuk perkembangan projek kedepannya. Pertimbangkanlah membuat jadwal untuk sesi saling memberi dan menerima masukan yang formal.

Ada beberapa opsi yang bisa dilaksanakan. Manajer dapat berbicara empat mata kepada salah satu karyawan bergantian, mengadakan rapat tim, atau bahkan survey kepada semua karyawan. Semua opsi, apapun itu membangun stigma diantara karyawan bahwa keberadaan mereka juga sangat penting untuk suskesnya perusahaan.

 

  1. Aktif Mendengarkan

Ketika seorang manajer mendengarkan sekaligus merespon kepada timnya, secara tidak langsung membina perasaan percaya diri, kejujuran, dan keterbukaan ruang kerja. Salah satu cara untuk memastikan semua karyawan merasa didengarkan adalah dengan mengadakan rapat tim per minggu atau per bulan.

Terkadang, apel pagi setiap pagi bisa menjadi opsi yang lebih baik sebagai permulaan hari di ruang kerja, untuk menjawab semua keraguan, mengatasi kekhawatiran, dan menyeleaaikan urusan yang belum selesai. Di rapat – rapat ini, seorang manajer sepatutnya mendengarkan, mencatatat hal penting, merespon secara langsung ( bila memungkinkan ), mendorong partisipasi semua anggota, dan menutup rapat dengan kesan positif guna memberi sinyal kepada karyawan bahwa keluhan dan opini mereka sudah terdengar.

Meskipun begitu, seorang manajer harus peka terhadap jadwal – jadwal karyawannya. Hanya adakan rapat bila diperlukan dan ketika karywan tidak terlalu sibuk. Bila tidak, yang ada hanya akan menjadi beban tersendiri

 

  1. Mengakui Para Rekan

Bagian terpenting dari tanggung jawab seorang manajar adalah mengetahui peran dari masing – masing karyawan, skill yang mereka miliki, dan seberapa baik mereka melaksanakan tugas mereka. Pertimbangkanlah untuk menyiapkan saran, program, dan sumber daya untuk tim anda sehingga mereka merasa didukung dalam meraih gol mereka.

Manajer juga sepatutnya mengetahui karyawan yang sudah berusaha melebihi ekspektasi perusahaan lalu memberikan apresiasi secara personal. Karyawan yang didukung seperti ini, terakui dan diapresiasi oleh manajer mereka, akan merasa terdorong untuk terus berkembang dan menetap di perusahaan itu untuk waktu yang lama. Bisa dibilang, ini termasuk investasi.

  1. Memberi Contoh Positif

Sebagai seorang manajer, sangatlah vital untuk menunjukkan kepada karyawan “ tipe ruang kerja “ yang mereka harapkan, dalam hal ini yaitu lingkungan yang positif. Artinya, manajer harus berkomunikasi, kolaborasi, memberikan masukan, menggmbarkan etika kerja, mengapresiasi untuk pekerjaan yang selesai, mendukung anggota tim lainnya, dan berkeinginan intuk ikut campur serta menolong ketika dibutuhkan.

Perhatikan juga cara  kita merepresentasikan diri kita dan berinteraksi dengan staff – staff yang lain. Sebaiknya, seorang manajer mudah didekati, suportif, dan perhatian pada kekhawatiran dan kepercayaan karyawan mereka. Manajer supaya mendorong para karyawan untuk memperlakukan semua orang dengan sejajar. Membangun kepercayaan dan rasa percaya diri dalam tim adalah faktor kunci dalam menjadi manajer yang sukses.

  1. Menetapkan Gol Yang Dapat Diraih

Seorang manajer harus menetapkan tujuan yang jelas dan dapat diraih yang sejalan dengan tujuan perusahaan yang lebih besar. Terkadang, gambaran tujuan yang diproyeksikan oleh atasan pusat terdengar terlalu besar sehinnga tidak jarang pula karyawan merasakan tekanan. Hal ini membuat mereka kehilangan arah. Untuk menghindari hal itu, manajer sebaiknya memetakan tujuan – tujuan tersebut menjadi lebih kecil dan mudah dipahami, sehingga karyawan akan merasa lega.

Buatlah tolak ukur kesuksesan yang spesifik sehingga tim anda bisa mengetahui secara gamblang apa yang akan mereka kerjakan kedepannya. Tetap buka jalur komunikasi untuk menyokong mereka. Tidak ada yang tahu kapan rintangan muncul dan berakhir.

  1. Memberi Pelatihan

Manajer yang skill nya berkembang adalah mereka yang mengerti bagaimana performa karyawan mereka dalam menyelsaikan tugas. Manajer tahu aspek apa saja yang terlibat dalam pengerjaan tugas tersebut dan menentukan arah pengembangan yang tepat sasaran, lalu melaksanakan perubahan untuk melancarkan proses tugas itu. Salah satu cara efektifnya adalah dengan mengadakan pelatihan karyawan

Perhatikan juga perbedaan dari masing – masing individu. Tidak semua orang dapat melalui pelatihan dengan cara dan laju yang sama. Manajer perlu merencanakan pelatihan yang bervariasi.

Semua ada di tangan manajer dalam menciptakan lingkugan pelatihan yang benar serta dalam menyediakan sumber daya untuk masing – masing karyawan. Jika berjalan dengan benar, tentu akan sangat menguntungkan semua pihak.

 

 

 

  1. Meningkatkan Skill Kepemimpinan

Mengembangkan skill kepemimpinan adalah tujuan permanen yang selalu seorang manajer perjuangkan dalam karir mereka. Pengembangan ini berfokus pada soft skill yang akan membawa anda menjadi pemimpin yang dapat diandalkan.

Berikut dafar skill kepemimpinan yang wajib dimiliki:

  • Kemampuan untuk mengajar dan mentor
  • Ketegasan
  • Dapat diandalkan
  • Integritas
  • Problem solving
  • Pengembangan relasi

 

Mau sebarapa lama apa pun jam terbang anda sebagai manaher, tidak ada proses berhenti untuk terus mengasah skill – skill anda. Ketahuilah bahwa seorang manajer tetap mempunyai seorang pengawas dengan jabatan yang lebih tinggi. Jika dirasa kesulitan dan buntu, jangan malu untuk minta bantuan mereka.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.